PROFIL DAN KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI PUSKESMAS JUMO


Puskesmas Jumo terletak di Jl.Jagalan, Padureso, Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Secara geografis, Puskesmas Jumo yang terletak di Kecamatan Jumo dengan luas wilayah kurang lebih 2.932 Km2..
Adapun batas – batas wilayah kerja Puskesmas Jumo adalah sebagai berikut:
a.    Sebelah utara berbatasan dengan Puskesmas Candiroto
b.    Sebelah timur berbatasan dengan Puskesmas Gemawang
c.    Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Ngadirejo, Parakan dan Kedu
d.    Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Wonoboyo
Fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas Jumo, yaitu :
1.    Poliklinik umum
2.    Poliknik gigi
3.    KIA
4.    KB
5.    Rawat inap
6.    Pelayanan bersalin
7.    Laboratorium
8.    Posyandu lansia
Salah satu pelayanan kesehatan di Puskesmas Jumo yaitu pelayanan kesehatan gigi, kegiatan yang dilakukan diantaranya, yaitu :

1.    Kegiatan pelayanan asuhan pada kelompok berkubutuhan khusus (pra sekolah dan     lansia)
Puskesmas mempunyai wilayah kerja di 20 PAUD yang berada di wilayah Kecamatan Jumo dan melakukan kegiatan kelas lansia setiap satu bulan sekali, kegiatan yang dilakukan yaitu :
a)    Penjaringan untuk mendapatkan data mengenai status kesehatan gigi 
Penjaringan pada anak pra sekolah 



Penjaringan pada kelompok lanjut usia 
b)    Kegiatan promotif berupa penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut 
Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak pra sekolah 
kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok lansia 
c)    Kegiatan preventive menggosok gigi bersama yang dilakukan oleh kelompok pra sekolah 

Kegiatan menggosok gigi bersama pada anak pra sekolah
2.    Kegiatan penatalaksanaan kuratif
Di Puskesmas Jumo melakukan pelayanan kuratif, diantaranya yaitu pencabutan gigi decidui, pencabutan gigi tetap dan penambalan gigi berlubang. 
3.    Kegiatan SIMKES
Setelah kegiatan pelayanan di puskesmas selesai, maka selanjutnya memasukkan data pasien yang telah dilakukan penanganan di sistem informasi kesehatan puskesmas. 

 4.    Pelatihan kader kesehatan gigi dan mulut di wilayah binaan Puskesmas         Jumo
Pelatihan kader dilakukan pada kader UKGM yang telah dibentuk, yaitu di 3 posyandu yang terdapat di Desa Padureso Kecamatan Jumo dan pelatihan dokter kecil di 2 SD Binaa Puskesmas Jumo. 



Artikel Lainnya:

PERAN KESEHATAN GIGI DALAM MENDUKUNG ISU PEMBANGUNAN KESEHATAN


Pembangunan kesehatan adalah investasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pembangunan kesehatan pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan setiap orang untuk dapat berperilaku hidup yang sehat untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Maka dari itu perlu perencanaan pembangunan kesehatan yang sistemis, terarah, terpadu dan menyeluruh, serta dibutuhkan keterlibatkan berbagai sektor dan seluruh komponen bangsa dalam pelaksanaannya.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevelensi penduduk Indonesia yang mengalami masalah gigi dan mulut yaitu sebesar 57,6% dan yang mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi hanya sebesar 10,2%. Sehingga adanya ketimpangan antara penduduk Indonesia yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut dengan yang mendaoatkan pelayanan dari tenaga medis, padahal masalah kesehatan gigi dan mulut erat kaitannya dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika kualitas kesehatan gigi dan mulut meningkat maka kualitas hidup juga akan meningkat lebih baik.
Isu Strategi Pembangunan Kesehatan :
- Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi ibu dan anak,
- Peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta penyehatan lingkungan,
- Peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang merata,
- Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan,
- Peningkatan ketersediaan, pemerataan, keterjangkauan, jaminan keamanan, khasiat/manfaat dan           mutu obat, alat kesehatan dan makanan, serta daya saing produk dalam negeri, dan
- Peningkatan akses pelayanan KB berkualitas yang merata.

Kegiatan menggosok gigi bersama
Peran kesehatan dalam mendukung isu pembangunan kesehatan, salah satunya yaitu peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan. Saat ini UKGS Inovatif adalah salah satu cara untuk membantu mewujudkan pembangunan kesehatan. UKGS Inovatif ditujukan kepada semua murid sekolah dasar dalam bentuk paket dan merupakan paket pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan. UKGS Inovatif paling efektif diberikan kepada anaks sekolah dasar karena pencegahan masalah gigi dan mulut harus dilakukan sedini mungkin.
Pemeriksaan dan deteksi dini karies
Penyakit gigi dan mulut sangat mempengaruhi derajat kesehatan, proses tumbuh kembang, bahkan masa depan anak, sehingga UKG Inovatif sangat diperlukan bagi anak-anak sekolah dasar sebagai komponen dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Permasalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai pada anak usia sekolah dasar yaitu tingginya karies gigi dan rendahnya status kebersihan mulut. Untuk pemerataan tenaga kesehatan, UKGS Inovatif juga sangat diperlukan dan diharapkan terdapat di setiap sekolah di Indonesia.
Program UKGS Inovatif, yaitu :
1.       Pemeriksaan dan deteksi dini kejadian karies
2.       Penyuluhan tentang kesehatan gigi
3.       Deteksi faktor risiko karies gigi menggunakan aplikasi Donut Irene
Penyuluhan tentang kesehatan gigi
4.       Gosok gigi bersama
5.       Deteksi plak setelah menggosok gigi
6.       Pembersihan karang gigi bagi yang memerlukan
7.       Penambalan dengan fissure sealant/ART
8.       Surface protection
9.       Terapi remineralisasi
10.   Proteksi eksternal dengan aplikasi mineral/fluoride
11.   Pencabutan gigi susu yang sudah goyang
12.   Produk-produk lain yang ditambahkan adalah hadiah bagi yang bebas karies.

Artikel Lainnya: